PEMBELAJARAN SAINS ABAD 21

Dari jaman ke jaman, pendidikan muncul dalam berbagai bentuk dan paham. Dilihat dari sejarahnya, Pendidikan Indonesia dapat dibagi secara urutan waktu kurang lebih sebagai berikut: (a) jaman pra-kolonial: masa prasejarah dan masa sejarah, (b) jaman kolonial ketika sistem pendidikan ‘modern’ dari Eropa diperkenalkan, dan (c) jaman kemerdekaan RI yang berlangsung hingga sekarang. Masing-masing jaman memiliki corak dan bentuk tersendiri. Memasuki abad ke-21 sekarang ini, Pendidikan Indonesia dihadapkan dengan sejumlah tantangan dan peluang, yang tentunya berbeda dengan jaman-jaman sebelumnya. Guna mengantisipasi dan menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan dan dinamika perubahan yang sedang dan akan terus berlangsung di Abad ke-21 ini, Bangsa Indonesia harus semakin mengasah kemampuan yang dibutuhkan untuk menghadapi setiap revolusi pada Pendidikan di Abad XXI ini.
Ciri menonjol Abad-21 salah satunya adalah semakin bertautnya dunia ilmu dan teknologi, sehingga sinergi di antaranya menjadi semakin cepat. Terkait dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communication Technology / ICT) di dunia pendidikan, telah mengakibatkan semakin meleburnya dimensi “ruang dan waktu” yang selama ini menjadi faktor penentu kecepatan dan keberhasilan penguasaan manusia terhadap ilmu dan teknologi. Di Abad-21 ini kita ditantang untuk mampu menciptakan tata- pendidikan yang dapat ikut menghasilkan sumber daya pemikir yang mampu ikut membangun tatanan sosial dan ekonomi sadar-pengetahuan sebagaimana layaknya warga dunia di Abad-21. Tentu saja dalam memandang ke depan dan merancang langkah kita tidak boleh sama sekali berpaling dari kenyatan yang mengikat kita dengan realita kehidupan. (BSNP, 2010: 22) Berbagai upaya dalam rangka peningkatan mutu pendidikanpun senantiasa dilakukan, disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi, serta era yang terjadi.
A.       KONSEP PEMBELAJARAN ABAD 21
Untuk mampu mengembangkan pembelajaran abad 21 ini ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan yaitu antara lain :
1.    Tugas Utama Guru Sebagai Perencana Pembelajaran
Sebagai  fasilitator  dan  pengelola  kelas  maka  tugas  guru yang penting adalah dalam pembuatan RPP. RPP haruslah baik dan detil dan mampu menjelaskan semua proses yang akan terjadi dalam kelas termasuk proses penilaian dan target yang ingin dicapai. Dalam menyusun RPP, guru harus mampu mengkombinasikan antara target yang diminta dalam kurikulum nasional, pengembangan kecakapan abad 21 atau karakter nasional serta pemanfaatan teknologi dalam kelas.
2.    Masukkan  unsur  Berpikir  Tingkat  Tinggi  (Higher  Order Thinking)
Teknologi dalam hal ini khususnya internet akan sangat memudahkan siswa untuk memperoleh informasi dan jawaban dari persoalan yang disampaikan oleh guru. Untuk permasalahan yang bersifat pengetahuan dan pemahaman bisa dicari solusinya dengan sangat mudah da nada kecenderungan bahwa siswa hanya menjadi pengumpul informasi. Guru harus mampu memberikan tugas di tingka aplikasi,   analisa evaluasi   da kreasi ha ini   akan


mendorong siswa untuk berpikir kritis dan membaca informasi yang mereka kumpulkan sebelum menyelasikan tugas dari guru.
3.    Penerapan  pola  pendekatan  dan  model  pembelajaran  yang bervariasi
Beberapa  pendekatan  pembelajaran  seperti  pembelajaran
berbasis proyek (Project Based Learning), pembelajaran berbasis keingintahuan  (Inquiry  Based  Learning)  serta  model pembelajara silang   (jigsaw maupun   model   kelas   terbalik (Flipped Classroom) dapat diterapkan oleh guru untuk memperkaya pengalaman belajar siswa (Learning Experience). Satu hal yang perlu dipahami bahwa siswa harus mengerti dan memahami  hubungan  antara  ilmu  yang  dipelajari  di  sekolah dengan kehidupan nyata, siswa harus mampu menerapkan ilmunya untuk mencari solusi permasalahan dalam kehidupan nyata. Hal ini yang membuat Indonesia mendapatkan peringkat rendah (64 dari 65 negara) dari nilai PISA di tahun 2012, siswa Indonesia tidak biasa menghubungkan ilmu dengan permasalahan riil kehidupan.
4.    Integrasi Teknologi
Sekolah   dimana   siswa   da guru   mempunya akses teknologi yang baik harus mampu memanfaatkan teknologi dalam prose pembelajaran,   siswa   harus   terbiasa   bekerja   dengan teknologi seperti layaknya oranyang bekerjaSeringkali guru mengeluhkan mengenai fasilitas teknologi yang belum mereka miliki, satu hal saja bahwa pengembangan pembelajaran abad 21 bisa dilakukan tanpa unsur teknologi, yang terpenting adalah guru yang baik yang bisa mengembangkan proses pembelajaran yang aktif dan kolaboratif, namun tentu saja guru harus berusaha untuk menguasai teknologinya terlebih dahulu.Hal yang paling mendasar yang harus diingat bahwasannya teknologi tidak akan menjadi alat bantu  yang baik  dan  kuaapabila pola pembelajarannya masih tradisional.

B.        KETERAMPILAN YANG DIBUTUH PADA ABAD 21
Adapun keterampilan utama  yang dibutuhkan abad 21 sangat memerlukan keterampilan terutama dalam hal-hal berikut :
1.    Creativity and Innovation
Manusia yang akan sukses di abad 21 adalah orang-orang yang kreatif dan memiliki keberagaman ide. Sehingga, dalam dimensi kreatif ini, gurunya pun harus kreatif. Tidak lagi hanya mengharapkan kemampuan siswa pada level mendeskripsikan sesuatu, namun bagaimana siswa mampu mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain; bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.
2.    Critical Thinking and Problem Solving
Yang dimaksud masalah di sini ada dua macam, masalah yang sifatnya akademis dan otentis. Masalah akademis tentu saja masalah yang terkait pada ranah kognisi yang mereka jalani. Masalah otentis lebih kepada masalah yang sering mereka jumpai sehari-hari di sekitar mereka. Siswa dituntut mampu menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dengan mandiri, siswa juga memiliki kemampuan untuk menyusun dan mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan masalah.
3.  Communication
Di abad 21, siswa yang mampu bertahan adalah yang bisa berkomunikasi dengan berbagai cara, baik tertulis maupun verbal. Siswa dituntut untuk memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. Siswa diberikan kesempatan menggunakan kemampuannya untuk mengutarakan ide-idenya, baik itu pada saat berdiskusi dengan teman-temannya maupun ketika menyelesaikan masalah dari gurunya. Siswa tidak boleh lagi anti ICT, mereka harus biasa dengan komunikasi yang bertekhnologi. Demikian juga gurunya.
4.  Collaboration
Ternyata juga, hidup di abad 21 tidak tergantung lagi pada persaingan. Justru, orang-orang sukses di abad ini adalah orang-orang yang bisa bekerja sama atau berkolaborasi dengan berbagai kepentingan. Siswa harus mampu kemampuannya dalam kerjasama berkelompok dan kepemimpinan; beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab; bekerja secara produktif dengan yang lain; menempatkan empati pada tempatnya; menghormati perspektif berbeda. Siswa juga menjalankan tanggung jawab pribadi dan fleksibitas secara pribadi, pada tempat kerja, dan hubungan masyarakat; menetapkan dan mencapai standar dan tujuan yang tinggi untuk diri sendiri dan orang lain; memaklumi kerancuan.

C.        CIRI-CIRI PEMBELAJARAN ABAD 21
Dalam uji publik kurikulum 2013 disebutkan mengenai pergeseran paradigma belajar dengan mempertimbangkan beberapa ciri abad 21 serta penerapan model pembelajaran yang sesuai. Berikut pergeseran paradigma pembelajaran yang tercermin dari ciri-ciri abad 21 dan model pembelajaran yang disesuaikan.
1.    Informasi (kapan dan di mana saja), dalam penerapan pembelajaran di kelas pembelajaran diarahkan untuk mendorong peserta didik untuk mencari tahu dari berbagai sumber, bukan hanya diberi tahu.
2.    Komputasi (lebih cepat memakai mesin), artinya pelaksanaan pembelajaran diarahkan untuk mampu merumuskan masalah (menanya) , bukan hanya menyelesaikan masalah (menjawab masalah yang ada)
3.    Otomasi (menjangkau segala pekerjaan rutin), artinya pembelajarahkan untuk mampu berpiikir analitis dalam pengambilan keputusan, bukan berfikir mekanistis (rutin)
4.    Komunikasi (dari mana dan kapan saja), artinya pembelajaran menekankan pentingnya kerjasama dan berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjF8b1wT-Gpe2b1o56CGqNRw4FniMxI1HPFU8YoLseKmgMd5rpK8S-W-fAlnse2jU2W3_K8omoH1iyfrw_PVuR09as6xLCe3okt3PlTNi8NqiTOwXXDgwdKDTvqCuHL24f_J8mopFyyMLE/s1600/Paradigma+belajar+abad+21.png

D.       TANTANGAN PENDIDIKAN DI ABAD 21
Terkait dengan berbagai fenomena, serta paradigma dan tujuan pendidikan nasional di Abad 21, maka kita menghadapi berbagai tantangan. Berikut tantangan Pendidikan di Abad 21 adalah:
1.         Pergeseran Paradigma Pendidikan
Terkai dengan   Pergeseran   Paradigma   Pendidikan   di   Abad-21,   BNS merumuskan   16   prinsip pembelajaran yang harus dipenuhi dalam proses pendidikan abad ke-21, yaitu: (1) dari berpusat pada guru menuju berpusat pada siswa, (2) dari satu arah menuju interaktif, (3) dari isolasi menuju lingkungan jejaring, (4) dari pasif menuju aktif-menyelidiki, (5) dari maya/abstrak menuju konteks dunia nyata, (6) dari pribadi menuju pembelajaran berbasis tim, (7) dari luas menuju perilaku khas memberdayakan kaidah keterikatan, (8) dari stimulasi rasa tunggal menuju stimulasi ke sehala penjuru, (9) dari alat tunggal menuju alat multimedia, (10) dari hubungan satu arah bergeser menuju kooperatif, (11) dari produksi massa menuju kebutuhan pelanggan, (12) dari usaha sadar tunggal menuju jamak, (13) dari satu ilmu dan teknologi bergeser menuju pengetahuan disiplin jamak, (14) dari kontrol terpusat menuju otonomi dan kepercayaan, (15) dari pemikiran faktual menuju kritis, dan (16) dari penyampaian pengetahuan menuju pertukaran pengetahuan. (BSNP, 2010: 48-50).
2.         Penyiapan Kompetensi  Sumber Daya Manusia di Abad-21
Dari seluruh komponen dan aspek pertumbuhan yang ada, manusia merupakan faktor yang terpenting karena  merupakan  pelaku  utama  dari  berbagai  proses  dan  aktivitas  kehidupan.  Oleh karena  itulah  maka berbagai negara di dunia berusaha untuk merumuskan karakteristik manusia di Abad-21.Menurut “21st Century Partnership Learning Framework”, terdapat sejumlah   kompetensi dan/atau keahlian yang harus dimiliki oleh Sumber Daya Manusia (SDM)di Abad-21, yaitu:
1.  Kemampaun berpikir kritis dan pemecahan masalah (Critical-Thinking and Problem-Solving Skills)– mampu berfikir secara kritis, lateral, dan sistemik, terutama dalam konteks pemecahan masalah;
2. Kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama (Communication and Collaboration Skills) - mampu berkomunikasi dan berkolaborasi secara efektif dengan berbagai pihak;
3. Kemampuan mencipta dan membaharui (Creativity and Innovation Skills) mampu mengembangkan kreativitas yang dimilikinya untuk menghasilkan berbagai terobosan yang inovatif;
4. Literasi teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communications Technology Literacy) – mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kinerja dan aktivitas sehari-hari;
5. Kemampuan belajar kontekstual (Contextual Learning Skills) mampu menjalani aktivitas pembelajaran mandiri yang kontekstual sebagai bagian dari pengembangan pribadi;
6.  Kemampuan informasi dan literasi media (Information and Media Literacy Skills) mampu memahami dan menggunakan berbagai media komunikasi untuk menyampaikan beragam gagasan dan melaksanakan aktivitas kolaborasi serta interaksi dengan beragam pihak. (BSNP, 2010: 44-45)
3.         Tantangan Prodi TP (Teknologi Pendidikan/Pembelajaran) terkait dengan Pendidikan di Abad-21
Mengacu pada asumsi bahwa teknologi pembelajaran memiliki kaitan yang erat dan saling menunjang, maka pembahasan tentang teknologi pembelajaran dalam pembelajaran tentu tak bisa dilepaskan dari karakteristik pembelajaran itu sendiri. Oleh karena itu, apabila pembelajaran memiliki karakteristik utama yaitu human competence dan mastery learning, tentu saja model pembelajaran haruslah mencerminkan dan berbasis pada dua  karakteristik tersebut. Dengan demikian banyak model pembelajaran yang diasumsikan relevan untuk implementasi teknologi pembelajaran dalam pembelajaran. Dalam hal ini yang paling penting adalah “seberapa jauh model-model pembelajaran tersebut mampu memfasilitasi peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang mencerminkan penguasaan suatu kompetensi yang dituntut?
4.         Tantangan  yang  Terkait  dengan  Pengembangan  Kurikulum  2013  Sebagai  Upaya  Penyesuaian Terhadap Tantangan Pendidikan di Abad-21
Kondisi nyata pendidikan saat ini, masih jauh dari berjalannya fungsi dan tercapainya tujuan pendidikan nasional. Mutu lulusan pendidikan nasional belum menunjukkan kemampuan berpikir kritis-kreatif-inovatif- produktif-solutif, kepribadian mereka juga belum seutuh dan sekokoh yang diinginkan. kurang memiliki kepekaan sosial-budaya, rendah rasa kebangsaannya, dan rendah kesadaran  globalnya. Lulusan dengan mutu rendah seperti ini pasti kurang mampu dalam memberi kontribusi pada pemenuhan kebutuhan hidup bermartabat pada tingkat lokal, nasional, regional dan internasional meskipun bangsa ini memiliki SDA yang melimpah.
Sementara persyaratan untuk melaksanakan pembangunan dalam rangka mencapai tujuan kemerdekaan NKRI, diperlukan pendidikan yang efektif dan efisien dalam menghasilkan lulusan yang memiliki: kemampuan berpikir tingkat tinggi (kritis-kreatif-inovatif-produktif-solutif), berkepribadian Indonesia (Pancasilais, yaitu beriman dan bertakwa terhadap Tuhan YME, berperikemanusiaan, memiliki rasa kebangsaan yang tinggi, demokratis, dan adil), menjunjung tinggi budaya bangsa, memiliki kemampuan sosial-budaya, dan memiliki kesadaran global. Lulusan yang demikian akan mampu berkontribusi kepada upaya untuk memenuhi kebutuhan kehidupan bangsa yang bermartabat pada tingkat lokal, nasional, regional dan internasional dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dengan menerapkan ilmu dan teknologi dengan memperhatikan pembangunan yang berkelanjutan
5.         Tantangan Profesi TP Terkait dengan Implementasi Kurikulum 2013
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2014, yang mengatur tentang Peran Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi dalam Implementasi Kurikulum 2013. Dalam kaitan ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, mempertimbangkan berbagai hal, antara lain :
a.      dalam rangka mewujudkan suasana pembelajaran dan proses  pembelajaran aktif, diharapkan guru memanfaatkan berbagai sumber belajar agar potensi peserta didik dapat dikembangkan secara maksimal;
b.      dalam rangka mewujudkan situasi pembelajaran yang mendukung potensi peserta didik perlu didukung dengan  pemanfaatan  teknologi  informasi  dan  komunikasi  yang  dapat mengeksplorasi sumber belajar secara efektif dan efisien dengan memaksimalkan peran guru Teknologi Informasi dan Komunikasi dan guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi di sekolah;
c.       bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada hruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Peran Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Guru Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi dalam Implementasi Kurikulum 2013

E.        PERANAN GURU DI ABAD 21
Tuntutan dunia internasional terhadap tugas guru memasuki abad ke-21 tidaklah ringan. Guru diharapkan mampu dan dapat menyelenggarakan proses pembelajaran yang bertumpu dan melaksanakan empat pilar belajar yang dianjurkan oleh Komisi Internasional UNESCO untuk Pendidikan, yaitu :
learning to know
learning to do
learning to be
learning to live together
Jika dicermati keempat pilar tersebut menuntut seorang guru untuk kreatif, bekerja secara tekun dan harus mampu dan mau meningkatkan kemampuannya. Berdasarkan tuntutan tersebut seorang guru akhirnya dituntut untuk berperan lebih aktif dan lebih kreatif.
1.         Guru tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan sebagai produk, tetapi terutama sebagai proses. Dia harus memahami disiplin ilmu pengetahuan yang ia tekuni sebagai ways of knowing. Karena itu lebih dari sarjana pemakai ilmu pengetahuan tetapi harus menguasai epistimologi dari disiplin ilmu tersebut.
2.         Guru harus mengenal peserta didik dalam karakteristiknya sebagai pribadi yang sedang dalam proses perkembangan, baik cara pemikirannya, perkembangan sosial dan emosional, maupun perkembangan moralnya.
3.         Guru harus memahami pendidikan sebagai proses pembudayaan sehingga mampu memilih model belajar dan sistem evaluasi yang memungkinkan terjadinya proses sosialisasi berbagai kemampuan, nilai, sikap, dalam proses memperlajari berbagai disiplin ilmu. Lebih jauh, dikemukakan pula tentang peranan guru yang berhubungan dengan aktivitas pengajaran dan administrasi pendidikan, diri pribadi (self oriented), dan dari sudut pandang psikologis.
§  Dalam hubungannya dengan aktivitas pembelajaran dan administrasi pendidikan, guru berperan sebagai :
1.         Pengambil inisiatif, pengarah, dan penilai pendidikan
2.         Wakil masyarakat di sekolah, artinya guru berperan sebagai pembawa suara dan kepentingan masyarakat dalam pendidikan.
3.         Seorang pakar dalam bidangnya, yaitu menguasai bahan yang harus diajarkannya.
4.         Penegak disiplin, yaitu guru harus menjaga agar para peserta didik melaksanakan disiplin.
5.         Pelaksana administrasi pendidikan, yaitu guru bertanggung jawab agar pendidikan dapat berlangsung dengan baik.
6.         Pemimpin generasi muda, artinya guru bertanggung jawab untuk mengarahkan perkembangan peserta didik sebagai generasi muda yang akan menjadi pewaris masa depan.
7.         Penterjemah kepada masyarakat, yaitu guru berperan untuk menyampaikan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.
§  Di pandang dari segi diri pribadinya (self oriented), seorang guru berperan sebagai :
1.         Pekerja sosial (social worker), yaitu seorang yang harus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
2.         Pelajar dan ilmuwan, yaitu seorang yang harus senantiasa belajar secara terus menerus untuk mengembangkan penguasaan keilmuannya.
3.         Orang tua, artinya guru adalah wakil orang tua peserta didik bagi setiap peserta didik di sekolah.
4.         Model keteladanan, artinya guru adalah model perilaku yang harus dicontoh oleh mpara peserta didik.
5.         Pemberi keselamatan bagi setiap peserta didik. Peserta didik diharapkan akan merasa aman berada dalam didikan gurunya.
§  Dari sudut pandang secara psikologis, guru berperan sebagai :
1.         Pakar psikologi pendidikan, artinya guru merupakan seorang yang memahami psikologi pendidikan dan mampu mengamalkannya dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik.
2.         Seniman dalam hubungan antarmanusia (artist in human relations), artinya guru adalah orang yang memiliki kemampuan menciptakan suasana hubungan antarmanusia, khususnya dengan para peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan.
3.         Pembentuk kelompok (group builder), yaitu mampu membentuk atau menciptakan kelompok dan aktivitasnya sebagai cara untuk mencapai tujuan pendidikan.
4.         Catalyc agent atau inovator, yaitu guru merupakan orang yang yang mampu menciptakan suatu pembaharuan bagi membuat suatu hal yang baik.
5.         Petugas kesehatan mental (mental hygiene worker), artinya guru bertanggung jawab bagi terciptanya kesehatan mental para peserta didik.

Terkait pemaparan materi pembelajaran sains abad 21, mohon masukan jawaban rekan-rekan terkait pertanyaan yang diajukan adalah:
1.      Bagaimanakah solusinya menurut saudara terkait tidak merata pendidikan di indonesia antara pendidikan dikota besar dan daerah tertinggal sehubungan pendidikan abad 21 khususnya pendidikan sains di sekolah yang masih minim akses dan sarana prasana terkait IT?
2.       Apakah saya poin-poin penting yang harus disiapkan  dalam melaksanakan pembelajaran sains mengaju pada abad 21?
3.      Jelaskan pendapat saudara sehubungan Kurikulum K13 yang dilaksanakan di sekolah sekarang apakah sudah sesuai dengan pada pembelajaran abad 21 khususnya pembelajaran sains?


Komentar

  1. Assalamualaikum, terima kasih atas ulasan yang diberikan oleh saudara Ali, menurut pendapat saya ada beberapa poin-poin yang harus disiapkan ketika kita akan melaksanakan pembelajaran sains abad 21 ini yaitu (1) Pengembangan sumber daya dan perangkat peMBELAJARAN ADAPTIF, (2) pembelajaran lebih difokuskan pada kesehatan dan pendidikan lingkungan siswa, (3) adanya inovasi dalam pembelajaran, (4)teknologi yang menjadi sarana pemberdayaan komunikasi ( adanya sosial media yang menjadi tempat belajar siswa),(4) adanya penguasaan teknologi dari seorang guru, dan (5) dibutuhkan kemitraan antara sekolah, masyarakat lokal dan bisnis untuk melancarkan kegiatan pembelajaran. terima kasih

    BalasHapus
  2. trimakasih atas artikel dari saudara ali saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 2, apa saja point2 penting didalam melaksanakan pembelajaran sains menuju abad 21 menurut saya pointnya guru harus menyiapkan sesuatu hal untuk peserta didik misalnya didalam karakter yaitu :
    1. Critical Thinking and Problem Solving
    Pada karakter ini, peserta didik berusaha untuk memberikan penalaran yang masuk akal dalam memahami dan membuat pilihan yang rumit, memahami interkoneksi antar sistem.peserta didik juga menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya dengan mandiri, peserta didik juga me-miliki kemampuan untuk menyusun dan mengungkapkan, menganalisa dan menyelesaikan masalah.
    2. Creativity and Inovation
    Pada Karakter ini, peserta didik memiliki kemampuan untuk menggembangkan melaksanakan, dan menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain bersikap terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.
    3. Comunication
    Pada Karakter ini peserta didik di tuntut untuk memahami, mengolah dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan dan multimedia, peserta didik diberikan kesempatan mengunakan kemampuannya untuk memahami, mengelola dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara Lisan, Tulisan dan Multimedia.
    4. Collaboration
    Pada Karakter ini, peserta didik menunjukan kemampuannya dalam kerjasama berkelompok dan kepemimpinan beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggung jawab, bekerja secara produktif dengan yang lain, menempatkan empati pada tempatnya, menghormati perspektif yang berbeda. peserta didik juga menjalankan tanggung jawab pribadi dan fleksibilitas secara pribadi, pada tempat kerja dan hubungan mayarakat menetapkan dan mencapai standar dan tujuan yang tinggi untuk diri sendiri dan orang lain, memaklumi kerancuan.

    BalasHapus
  3. Pelaksanaan kurikulum 2013 didesain sesuai dengan tantangan dan tuntutan pendidikan abad ke-21, menggunakan teknologi yang terkini. pendidikan abad ke-21 mencerminkan empat yaitu: Critical Thinking and Problem Solving, Creativity and Innovation, Communication, dan Collaboration.

    Salam
    Agung Laksono

    BalasHapus
  4. Sangat menarik artikel ini, saya tertarik sharing tentang pemerataan pendidikan hingga pelosok terutama daerah tertinggal terkait IT, menirut saya dalam proses nya memang tak semudahembalikan telapak tangan, perlu oerencanaan yang taktis dan matang, mulailah dari membangun komunikasi yang baik dari sekolah dengan pemerintah terkait, bangun keorganisasian sekolah dengan baik supaya semua unsur elemen memiliki jiwa membangun, libatkan masyarakat, kemuadia yg tak kalah penting adalah kebijakan dari pimpinan, baik disekolah maupun pemerindah daerah terkait... artinya ketika semua siap, sarana prasarana penunjang pendidikan sains mampu di adakan pada sekolah pelosok, terutama pengadaan IT. Iti sedikit sharing saya... salam edukasi

    BalasHapus
  5. saya akan menjawab pertanyaan nomor 1.
    solusi nya menurut saya maka disini diharapkan pemerintah berperan aktif dalam menyikapi masalah.perlu adanya pembangunaran prasaran yang merata hingga sampai kedaerah terpencil,selain itu diharapkan guru sebagai pendidik juga mampu berkreasi dengan memanfaatkan alam sebagai sarana penunjang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas jawabannya semoga bisa menjadi perhatian kita semua. amiin

      Hapus
  6. Saya mencoba menanggapi pertanyaan pertama.
    Menurut saya langkah yg dilakukan untuk menyamaratakan pendidikan di daerah terpencil dan daerah perkotaan adalah meninggkatkan sarana dan prasarana di daerah terpencil dan perlu kerjasama antara semua pihak seperti warga sekolah, guru,masyakarat, aparat pemerintah desa seperti kepala desa/lurah, camat, kepala dinas pendidikan untuk duduk bersama mencari kendala yg dihadapi di sekolah masing masing, apa apa saja kebutuhan yg blm terpenuhi, layaknya musrembang sekolah. Setelah sepakat baru melanjutkan ke pemerintah pusat.
    Terima kasih

    BalasHapus
  7. poin-poin penting yang harus disiapkan dalam melaksanakan pembelajaran sains mengaju pada abad 21?

    1.Guru harus lebih banyak menggunakan metode pada waktu mengajar, variasi metode mengakibatkan penyajian bahan lebih menarik perhatian siswa, mudah diterima siswa, sehingga kelas menjadi hidup, metode pelajaran yang selalu sama(monoton) akan membosankan siswa.

    2. Menumbuhkan motivasi, hal ini sangat berperan pada kemajuan , perkembangan siswa,. Selanjutnya melalui proses belajar, bila motivasi guru tepat dan mengenai sasaran akan meningkatkan kegiatan belajar, dengan tujuan yang jelas maka siswa akan belajar lebih tekum, giat dan lebih bersemangat.

    BalasHapus
  8. Menyikapi pertanyaan no 3.?
    menurut saya ada kelebihan dan kekurangannya
    kelebihannya dgn adanya globalisasi pendidikan indonesia harus mengikuti perkembangan jaman, dengan mengembangkan kurikulum sehingga mencetak anak bangsa yang mampu bersaing di tingkat internasional secara global.
    kekuranggannya, perubahan kurikulum ini terlalu mendadak, bagaimana tidak baru saja beberapa tahun lalu ganti kurikulum, sekarang mau ganti lagi. dan dalam perubahan kurikulum ini selain membuat bingung guru dan siswa yang mana metode dan materi belajar akan banyak berubah, pemerintah harus mengeluarkan dana cukup banyak untuk mencetak buku sesuai kurikulum baru...
    mungkin itu pendapat saya pribadi, sebagai siswa...

    BalasHapus
  9. Sedikit sharing untuk pertanyaan nomor 1 pak ali, sekarang dari pemerintah telah dicanangkan program 3T yang mana guna meratakan kualitas pendidikan didaerah terpencil pemerintaj mengutus sarjana2 terbaik untuk mengajar di daerah terluar, terjauh, dan terpencil, untuk sarana dan prasarana nyapun telah diusahakan oleh kementrian untuk bisa menikmati fsilitas IT, tentu juga disesuaikan dgn keadaan masyarakat disana, terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas informasinya yang sangat berguna ibu sonia

      Hapus

Posting Komentar