SISTEM PENILAIAN PROSES PEMBELAJARAN SAINS

SISTEM PENILAIAN PROSES PEMBELAJARAN SAINS
Perkembangan ilmu pengetahuan sains saat ini, menunjukkan bahwa ilmu sains memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan manusia. Berkembangnya teknologi rekayasa baik pada aspek fisik maupun aspek biologi kehidupan, semakin mempertegas peran ilmu sains dalam meningkatkan kesejahteraan manusia, baik dalam bidang pangan dan kesehatan maupun dalam kebutuhan sandang. Seiring dengan tren kemajuan peradaban yang dicapai manusia dalam generasi ini, peran pendidikan di sekolah tak dapat disangkal. Oleh karena itu, penyelenggaran pendidikan harus dapat menjamin terjadinya kesesuaian dengan kebutuhan manusia dalam kehidupan di masa depan.
Menurut Blosser (1973), proses pembelajaran sains cenderung menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi dan menumbuhkan kemampuan berfikir. Pembentukan sikap ilmiah seperti ditunjukan oleh para ilmuawan sains dapat dikembangkan melalui keterampilan-keterampilan proses sains. Sehingga keterampilan proses sains, dapat digunakan sebagai pendekatan dalam pembelajaran.
Menurut Trihastuti (2008), keterampilan proses sains yang dielaborasikan dalam pembelajaran sains dapat melibatkan berbagai keterampilan baik yang bersifat intelektual, manual maupun sosial. Dengan terbentuknya produk  pengetahuan melalui proses kerja ilmiah ini, maka terbentuklah sikap-sikap ilmiah. Sikap ilmiah ini penting untuk menjaga kemurnian pengetahuan dan kesinambungan dalam perkembangannya. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan proses sains pada siswa harus terus dilakukan melalui evaluasi dan penilaian yang berkesinambungan.
Penilaian merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran. Menurut Aunurrahman (2009), pembelajaran memiliki triangulasi dengan hubungan yang erat, yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan evaluasi atau penilaian. Dari triangulasi ini, penilaian berperan dalam menyediakan data untuk menentukan ketercapaian tujuan pembelajaran.  Dengan dasar tersebut, penulis melakukan kajian tentang penilaian keterampilan proses sains yang disajikan dalam tulisan berseri ini.
Pengertian penilaian berdasarkan peraturan MENDIKNAS Nomor 20 Tahun2007 Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Dalam dunia pendidikan, khususnya dunia persekolahan, penilaian mempunyai makana ditinjau dari berbagai segi.

1. MAKNA PENILAIAN DALAM PERSEKOLAHAN:
a. Makna bagi sisiwa
Dengan diadakanya penilaian, maka siswa dapat mengetahui sejauh mana telah berhasil mengikuti pelajaran yang diberikan oelh guru. Hasil yang diperoleh siswa dari perkerjaan menilai ini ada 2 kemungkinan yaitu memuaskan dan tidak memuaskan.
b. Makna bagi guru
1. Dengan hasil penilaian yang diperoleh guru akan dapat mengetahui kemampuan siswa. Dengan petunjuk ini guru dapat lebih memusatkan perhatianya kepada siswa-siswa yang belum berhasil.
2. Guru mengetahui apa materi yang diajarkan sudah tepat bagi siswa sehingga untuk memberikan pengajaran diwaktu yang akan datang tidak perlu diadakan perubahan.
3. Guru akan mengetahui apakah metode yang digunakan sudah tepat atau belum bermakna bagi sekolah
4. Hasil belajar merupakan cermin kualitas sesuatu sekolah.
5. Informasi dari guru tentang tepat tidaknya kurikulum untuk sekolah itu dapat merupakan bahan pertimbangan bagi perencanaan sekolah untuk masa-masa akan datang.
6. Informasi hasil penilaian yang diperoleh dari tahun ketahun dapat digunakan sebagai pedoman bagi sekolah

2. TUJUAN PENILAIAN DALAM PERSEKOLAHAN:
a. Penilaian berfungsi selektif
Dengan mengadakan penilaian guru mempunyai cara untuk mengadakan seleksi atau penilaian terhadap siswanya.
b. Penilaian berfungsi diagnostik
Dengan mengadakan penilaian, sebernya guru mengadakan diagnosis kepada siswa tentang kebaikan dan kelmahan-kelmahanya. Dengan diketahui sebab-sebab kelemahan ini, akan lebih mudah dicari untuk mengatasi.
c. Penilaian berfungsi sebagai penempatan
Sistem yang baru yangkini banyak dipopulerkan dinegara barat, adalah sistem belajar sendiri. Belajar sendiri dapat dilakukan dengan cara mempelajari sebuah paket belajar, baik berbentuk moul maupun paket belajar yang lain.

d. Penilaian berfungsi sebagai pengukur keberhasilan.
Fungsi keempat dari penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana suatu perogram berhasil diterapkan..

3. ASPEK PENILAIAN DALAM PERSEKOLAHAN:
a. Aspek Penilaian
Tujuan IPA adalah menguasai pengetahuan IPA, memahami dan menerapkan konsep IPA, menerapkan keterampilan proses, dan mengembangkan sikap. Tujuan penilaian ini sejalan dengan tiga aspek dalam kerangka kurikulum IPA seperti ditunjukkan di bawah:
1. Penilaian Pengetahuan, pemahaman dan penerapan konsep IPA
Penilaian pengetahuan IPA merupakan produk dari pembelajaran IPA. Penilaian ini bertujuan untuk melihat penguasaan peserta didik terhadap fakta,konsep, prinsip, dan hukum-hukum dalam IPA dan penerapannya dalamkehidupan. Peserta didik diharapkan dapat menggunakan pemahamannyatersebut untuk membuat keputusan, berpartisipasi di masyarakat, danmenanggapi isu-isu lokal dan global.
2. Penilaian Keterampilan dan Proses
Penilaian dilakukan tidak hanya terhadap produk, tetapi juga proses.Penilaian proses IPA dilakukan terhadap keterampilan proses IPA, meliputi keterampilan dasar IPA dan keterampilan terpadu tingkat awal. Keterampilanproses IPA dasar meliputi observasi, inferensi, melakukan pengukuran,menggunakan bilangan, klasifikasi, komunikasi, dan prediksi. Di samping itu,peserta didik mulai diperkenalkan dengan kemampuan melakukan percobaansederhana dengan dua variabel atau lebih untuk menguji hipotesis tentanghubungan antar variabel. Peserta didik juga dilatih mengkomunikasikan hasilbelajarnya melalui berbagai bentuk sepeti debat, diskusi, presentasi, tulisan, dan bentuk ekspresif lainnya.
3. Penilaian karakter dan sikap (sikap ilmiah)
Penilaian sikap ilmiah meliputi sikap obyektif, terbuka, tidak menerima begitusaja sesuatu sebagai kebenaran, ingin tahu, ulet, tekun, dan pantang menyerah. Selain itu, kemampuan bekerjasama, bertukar pendapat, mempertahankan pendapat, menerima saran, dan kemampuan sosial lainnya dapat juga dilakukanmelalui pembelajaran IPA.
b. Teknik dan Instrumen Penilaian
Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut:
1. Penilaian kompetensi sikap
Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsungmaupun  tidak  langsung  dengan  menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati. Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri.
PenilaianKompetensi Pengetahuan
Pendidik menilai kompetensi  pengetahuan  melalui tes  tulis, tes lisan, dan penugasan.
2. Penilaian Kompetensi Keterampilan
Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu  kompetensi tertentu  dengan  menggunakan  tes  praktik, projek, dan penilaian portofolio

4. STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN IPA
a. Penilaian pembelajaran IPA
Di sekolah hendaknya mengacu pada suatu standar yang ditetapkan baik secara nasional maupun internasional. National Research Council dalam National Committee on Science Education Standards and Assessment (1996), telah menetapkan National Science Education Standards (NSES), suatu standar bagi pendidik dalam menilai pendidikan IPA di semua level pendidikan. Standar nasional pendidikan IPA versi NRC ini berisi standar konten IPA, standar pedagogi dalam mengajar IPA,standar  profesi, standar program, standar asesmen, dan standar sistem. Mutu pendidikan IPA yang baik, harusmemenuhi semua standar tersebut. Penilaian standar memberikan kriteria untuk menilai kemajuan menuju visi pendidikan IPA pada literasi sains untuk semua. Standar yang menggambarkan kualitas praktek penilaian yang digunakan oleh guru danlembaga pemerintah untuk mengukur prestasi dan memberikan kesempatankepada siswa untuk belajar IPA. Panduan untuk mengembangkan penilaian, praktek, dan kebijakan. Standar ini dapat diterapkan untuk penilaian siswa, guru, program formatif dan sumatif, dan penilaian eksternal. Sebagai mekanisme umpan balik utama dalam sistem pendidikan sains.


b. Standar Penilaian IPA
Latar belakang disusunnya Standar pendidikan IPA ini adalah karena adanya kebutuhan masyarakat terhadap IPA bukan hanya sekedar ilmu tetapi sebagai sesuatu yang dapat digunakan untuk bertahan hidup (NRC,1996). Standar penilaian menyediakan kriteria untuk menentukan kualitas  praktik-pratik penilaian. Standar penilaian meliputi lima bidang sebagai berikut:
1. Konsistensi penilaian dengan suatu keputusan merupakan desain untuk informasi
2. Penilaian prestasi dan kesempatan untuk belajar sains
3. Mencocokkan antara kualitas teknis dari kumpulan data dan konsekuensi tindakan yang perlu dilakukan berbasis data tersebut
4. Kejujuran dalam praktik penilaian
5. Ketepatan penarikan kesimpulan berdasarkan penilaian tentang prestasi siswa dan kesempatan untuk  belajar.


Dari pemapan diatas saya ingin menanyakan tiga hal terkait materi untuk menambah wawasan saya sebagai berikut:
1. Menurut anda jenis penilaian apa yang cocok dilakukan oleh seorang guru dalam melakukan evaluasi hasil belajar siswa SD, SMP dan SMA dalam pembelajaran sains?
2. Menurut pengalaman anda sebagai guru/ sebagai mahasiswa apa perbedaan utama sistem penilaian yang dilakukan dengan proses pembelajaran sains dengan proses pembelajaran biasa?
3. Menurut sepengetahuan anda sebagi seorang guru/sebagai mahasiswa bagaimana cara mengukur hasil belajar pada mata pelajaran sains?

Komentar


  1. Menanggapi soal no 2.

    Kalau menurut saya sama saja antara penilaian proses sains dengan penilaian proses pembelajaran lainnya, karena di dalama penilaian proses, yang di nilai itu sama. Dimana Penilaian proses dilaksanakan saat proses pembelajaran berlangsung. Penilaian proses penilaian yang menitikberatkan sasaran penilaian pada tingkat efektivitas kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran. Penilaian proses belajar mengajar menyangkut penilaian terhadap kegiatan guru, kegiatan siswa, pola interaksi guru-siswa dan keterlaksanaan proses belajar mengajar.

    BalasHapus
  2. Menurut sepengetahuan anda sebagi seorang guru/sebagai mahasiswa bagaimana cara mengukur hasil belajar pada mata pelajaran sains?
    menanggapi ini, menurut saya sebagai mahasiswa, beberapa hal yang perlu kita patok kan dalam menilai pelajaran sain adalah : 1. Knowledge Outcomes, 2. Reasoning Outcomes 3. Skill Outcomes,
    4. Product Outcomes,5. Affective Outcomes, jika telah terpenuhi aspek berikut maka pelajaran sain telah dilaksanakan dengan baik.

    BalasHapus

  3. Assalamualaikum wr.wb
    Saya mencoba menanggapi pertanyaan yg kedua.
    Penilaian itu mengukur seberapa jauh pengetahuan, keterampilan dan sikap yang telah dicapai oleh siswa. Selain melengkapi proses belajar mengajar, penilaian juga memberi umpan balik formatif dan sumatif pada guru, siswa, sekolah dan orang tua.
    Menurut saya sama saja.tergantung materi apa yang di pelajari, jadi harus dicocokkan dengan jenis penilaian.Pada dasarnya penilaian harus sesuai dengan proses belajar mengajar.
    Terima kasih

    BalasHapus
  4. menanggapi pertanyaan nomor 3
    Agar hasil belajar dapat diungkap secara menyeluruh, maka selain digunakan alat ukur tes obyektif dan subyektif perlu dilengkapi dengan alat ukur yang dapat mengetahui kemampuan siswa dari aspek kerja ilmiah (keterampilan dan sikap ilmiah) dan seberapa baik siswa dapat menerapkan informasi pengetahuan yang diperolehnya. Alat penilaian yang diasumsikan dapat memenuhi hal tersebut antara lain adalah tes unjuk kerja (performance test), penugasan (proyek/project), dan hasil kerja (Produk/Product) serta jenis penilaian alternatif lainnya seperti penilaian tertulis (paper & pen), portofolio (portfolio), sikap, diri (self assessment).

    Salam
    Agung Laksono

    BalasHapus
  5. menngapi pertanyaan nomor 1 penilaian yang cocok dilakukan oleh seorang guru dalam melakukan evaluasi hasil belajar siswa SD, SMP dan SMA dalam pembelajaran sains semuanya hampir sama yakni dengan menggunakan teknis tes dan non tes. pada teknik tes instrumen soal yang biasa digunnakan adalah essay, pilihan ganda maupun soal berpasangan tapi kadang kesulitan nya yang berbeda serta jumlah soal yang digunkan pada kelas rendah lebih sedikit,.
    kemudian untuk non tes nya bisa dengan observasi yang lansung dilakukan oleh guru

    BalasHapus

Posting Komentar